Skip to content

  • Home
  • Kehutanan
  • Kuliner
  • Persib
  • Wisata

Search

Curug di Tegal yang Wajib Dikunjungi: Pesona Air Terjun di Kaki Gunung Slamet

Posted on July 15, 2026August 11, 2026 by j.aroki.wijaya

Mencari curug di Tegal untuk tujuan liburan berikutnya? Kabupaten Tegal ternyata tidak hanya terkenal dengan kawasan wisata Guci, teh poci, dan kulinernya. Wilayah selatan Tegal yang berada di sekitar kaki Gunung Slamet juga menyimpan sejumlah wisata air terjun dengan panorama alam yang memikat.

Kawasan seperti Bumijawa dan Bojong memiliki udara pegunungan yang sejuk, perbukitan hijau, aliran sungai, hingga air terjun yang bisa menjadi alternatif bagi wisatawan yang ingin menjauh sejenak dari keramaian kota.

Beberapa curug daerah Tegal bahkan dapat dikombinasikan dengan perjalanan menuju kawasan wisata Guci.

Bagi Anda yang sedang mencari wisata curug Tegal, berikut beberapa air terjun yang menarik untuk masuk dalam daftar perjalanan.

1. Curug Cantel Bumijawa

Curug Cantel merupakan salah satu curug di Tegal yang menarik perhatian karena bentuk air terjunnya yang tinggi dan berada di lingkungan yang masih didominasi pemandangan alam.

Air terjun ini berada di Desa Sigedong, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

Curug Cantel memiliki ketinggian sekitar 60 meter. Air jatuh di antara tebing tinggi yang dihiasi tumbuhan dan lumut sehingga menghasilkan pemandangan yang dramatis ketika dilihat dari bagian bawah.

Perjalanan menuju air terjun juga menjadi bagian dari petualangan.

Dari area parkir, pengunjung perlu melakukan trekking sekitar 400 meter. Jalurnya melewati kawasan alami dengan kontur yang cukup menantang di beberapa bagian.

Karena berada di kawasan pegunungan, gunakan alas kaki yang tidak mudah licin.

Saat musim hujan, kondisi jalur maupun bebatuan di sekitar aliran air dapat menjadi lebih licin dan debit air juga bisa meningkat.

2. Curug Monyet Bumijawa

Pilihan berikutnya adalah Curug Monyet yang berada di Desa Cawitali atau Ciawitali, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal.

Curug ini memiliki suasana pedesaan yang menarik dengan pemandangan sawah, perbukitan dan pepohonan di sekitarnya.

Ketinggian air terjunnya disebut mencapai sekitar 25 meter.

Aliran airnya dapat tetap cukup deras sehingga pengunjung harus berhati-hati ketika mendekati bagian bawah air terjun.

Nama Curug Monyet sendiri dikaitkan dengan keberadaan monyet liar yang dahulu disebut menghuni kawasan tersebut.

Bagi pencinta wisata alam, perjalanan ke Curug Monyet dapat memberikan pengalaman berbeda dari destinasi wisata buatan.

Suasana hijau dan udara kawasan Bumijawa menjadi bagian dari daya tarik perjalanan.

3. Curug Luhur Tegal

Curug berikutnya yang dapat masuk dalam daftar adalah Curug Luhur.

Air terjun ini berada di kawasan antara Desa Sokasari, Kecamatan Bumijawa dan Desa Tuwel, Kecamatan Bojong.

Curug Luhur berada di bagian hulu aliran sungai kawasan pegunungan.

Perjalanan menuju tempat ini membutuhkan trekking sehingga lebih cocok bagi wisatawan yang memang menyukai eksplorasi alam.

Pemandangan sepanjang perjalanan menjadi salah satu daya tariknya. Perbukitan dan suasana khas kaki Gunung Slamet membuat perjalanan menuju curug tidak hanya tentang mencapai air terjun.

Pastikan kondisi tubuh cukup prima dan gunakan sepatu atau sandal trekking yang memiliki daya cengkeram baik.

4. Curug Serwiti

Jika berwisata ke kawasan Guci, Anda juga dapat mencari informasi mengenai Curug Serwiti.

Lokasinya berada di kawasan Guci, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal dan relatif dekat dengan sejumlah objek wisata di kawasan tersebut.

Hal ini membuat Curug Serwiti menarik untuk dimasukkan dalam itinerary perjalanan wisata Guci.

Daripada hanya mengunjungi satu objek wisata, wisatawan bisa mengeksplorasi beberapa tempat yang masih berada dalam satu kawasan.

Suasana pegunungan dengan pepohonan hijau dan udara sejuk menjadi daya tarik utama kawasan ini.

Sebelum menuju lokasi, tanyakan kondisi akses terbaru kepada warga atau pengelola wisata setempat karena kondisi jalur menuju objek wisata alam dapat berubah akibat cuaca.

5. Curug Kembar

Nama Curug Kembar berasal dari karakter air terjunnya yang memiliki dua aliran berdampingan.

Pemandangan dua aliran air tersebut memberikan karakter berbeda dibandingkan curug pada umumnya.

Kawasan Bumijawa memang memiliki banyak aliran air alami karena posisinya yang berada di sekitar kaki Gunung Slamet.

Bagi wisatawan yang menyukai fotografi alam, karakter dua aliran air Curug Kembar bisa menjadi objek yang menarik untuk diabadikan.

Namun seperti kunjungan ke air terjun lainnya, keselamatan harus tetap menjadi prioritas.

Hindari mendekati aliran deras ketika debit air sedang tinggi.

Mengapa Banyak Curug Berada di Tegal Selatan?

Jika diperhatikan, cukup banyak wisata curug Tegal berada di kawasan Bumijawa, Bojong dan daerah selatan Kabupaten Tegal.

Hal tersebut tidak terlepas dari kondisi geografis wilayah yang berada di sekitar Gunung Slamet.

Kontur pegunungan menghasilkan banyak aliran air yang bergerak melalui lembah dan tebing sebelum membentuk air terjun.

Kondisi tersebut juga membuat kawasan selatan Tegal mempunyai udara yang relatif lebih sejuk dibandingkan wilayah pesisir.

Tidak mengherankan jika kawasan Guci dan sekitarnya berkembang menjadi salah satu tujuan wisata alam terkenal di Kabupaten Tegal.

Rute Menuju Kawasan Curug di Tegal

Jika perjalanan dimulai dari Kota Tegal, arahkan kendaraan menuju kawasan Kabupaten Tegal bagian selatan.

Untuk destinasi di sekitar Bumijawa, perjalanan umumnya mengarah melalui Slawi kemudian dilanjutkan menuju Bojong atau Bumijawa, tergantung lokasi curug yang akan dikunjungi.

Sebagai gambaran, perjalanan dari Kota Tegal menuju Curug Cantel memiliki jarak sekitar 45 kilometer.

Karena beberapa lokasi berada di kawasan pegunungan, Anda akan menjumpai jalan menanjak dan berkelok.

Pastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik, terutama rem, ban dan sistem pendinginan mesin.

Untuk perjalanan menggunakan sepeda motor, hindari memaksakan perjalanan ketika hujan sangat deras.

Waktu Terbaik Mengunjungi Curug di Tegal

Pemilihan waktu sangat menentukan pengalaman ketika berwisata ke air terjun.

Cuaca cerah biasanya menjadi pilihan terbaik karena jalur trekking lebih mudah dilalui dan risiko jalan licin lebih rendah.

Datang pada pagi hari juga memberikan beberapa keuntungan.

Udara masih terasa segar dan Anda mempunyai waktu lebih panjang untuk menikmati kawasan wisata tanpa terburu-buru pulang menjelang sore.

Sebaliknya, berhati-hatilah berkunjung ketika hujan deras.

Air terjun merupakan bagian dari sistem aliran sungai sehingga debit air dapat berubah akibat hujan yang terjadi di bagian hulu.

Jangan memaksakan mendekati air terjun apabila petugas atau warga setempat menyatakan kondisi tidak aman.

Persiapan Sebelum Berburu Curug

Wisata air terjun berbeda dengan mengunjungi taman kota atau pusat perbelanjaan.

Beberapa curug terdekat di Tegal membutuhkan perjalanan kaki melalui medan alami.

Gunakan alas kaki yang nyaman dan tidak licin.

Bawalah air minum secukupnya, pakaian ganti, jas hujan ringan dan kantong untuk membawa kembali sampah.

Lindungi telepon genggam dan kamera menggunakan tas tahan air, terutama jika ingin mengambil gambar dari jarak dekat.

Jika membawa anak-anak, pilih lokasi dengan akses yang lebih mudah dan jangan biarkan mereka bermain dekat aliran air tanpa pengawasan.

Jangan Tinggalkan Sampah

Keindahan curug sangat bergantung pada kelestarian lingkungan di sekitarnya.

Sayangnya, meningkatnya jumlah wisatawan terkadang juga membawa persoalan sampah.

Prinsip sederhana ketika berwisata ke alam adalah membawa kembali apa yang kita bawa.

Jangan meninggalkan botol plastik, bungkus makanan maupun sampah lainnya di sekitar sungai dan air terjun.

Hindari pula merusak tanaman, mencoret batu atau melakukan tindakan yang dapat mengganggu ekosistem.

Wisata alam akan tetap menarik jika pengunjung ikut menjaganya.

Curug Tegal Bisa Dikombinasikan dengan Wisata Guci

Salah satu keuntungan menjelajahi kawasan selatan Kabupaten Tegal adalah banyaknya pilihan wisata yang dapat dikombinasikan.

Setelah mengunjungi air terjun, perjalanan bisa dilanjutkan menuju kawasan wisata Guci.

Dengan perencanaan yang baik, perjalanan satu atau dua hari dapat diisi dengan eksplorasi air terjun, pemandangan pegunungan, wisata Guci hingga berburu kuliner khas Tegal.

Bagi wisatawan dari luar daerah, konsep perjalanan seperti ini lebih efisien daripada mengunjungi satu tempat kemudian langsung kembali.

FAQ Curug di Tegal

Apa curug di Tegal yang terkenal?

Salah satu yang cukup dikenal adalah Curug Cantel di Kecamatan Bumijawa. Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 60 meter dengan pemandangan tebing dan vegetasi hijau di sekitarnya.

Di mana Curug Cantel Tegal?

Curug Cantel berada di Desa Sigedong, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

Apakah ada curug dekat Guci Tegal?

Di kawasan Bumijawa dan sekitar Guci terdapat beberapa wisata air terjun, salah satunya Curug Serwiti. Kondisi akses sebaiknya diperiksa kembali sebelum perjalanan.

Apakah wisata curug di Tegal cocok untuk anak-anak?

Tergantung kondisi akses masing-masing curug. Beberapa lokasi membutuhkan trekking dan memiliki bebatuan licin sehingga anak-anak harus selalu mendapatkan pengawasan orang dewasa.

Kapan waktu terbaik mengunjungi curug?

Pagi hari ketika cuaca cerah merupakan waktu yang baik. Hindari mendekati air terjun ketika terjadi hujan deras atau debit air meningkat.

Menjelajahi curug di Tegal memberikan sisi lain perjalanan wisata di Jawa Tengah. Di balik popularitas Guci, kawasan kaki Gunung Slamet ternyata menyimpan air terjun, perbukitan dan suasana pedesaan yang menarik untuk dieksplorasi.

Curug Cantel, Curug Monyet, Curug Luhur, Curug Serwiti hingga Curug Kembar dapat menjadi inspirasi untuk perjalanan berikutnya.

Jika Anda pernah mengunjungi salah satu curug tersebut, bagikan pengalaman dan kondisi terbaru akses menuju lokasi melalui kolom komentar Kangroki.com. Informasi dari pembaca bisa membantu wisatawan lain merencanakan perjalanan dengan lebih baik.

Posted in Blog, WISATATagged Curug Tegal, Wisata Alam Jawa Tengah, Wisata Tegal

Post navigation

Previous: Kawasan Perlindungan Setempat (KPS) Perum Perhutani KPH Cianjur: Benteng Terakhir Penjaga Air, Tanah, dan Keanekaragaman Hayati
Next: Dari Gerobak Sederhana Menjadi Raksasa Kuliner: Rahasia Kesuksesan Warteg Bahari Menguasai Bisnis Rumah Makan Kecil di Indonesia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tentang Kangroki.com

Kangroki.com adalah portal informasi yang menyajikan artikel seputar kehutanan, wisata, kuliner, dan Persib Bandung. Kami hadir untuk berbagi inspirasi, informasi, dan pengalaman menarik dari berbagai daerah di Indonesia.

Menu Cepat

  • Home
  • Kehutanan
  • Kuliner
  • Persib
  • Wisata

Informasi

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
FacebookTwitterInstagramTiktok
© 2026 Kangroki.com - All Rights Reserved. Persib • Kehutanan • Wisata • Kuliner