Bandung selalu punya cara unik untuk menarik perhatian wisatawan. Jika biasanya orang datang ke kawasan Alun-Alun Bandung untuk menikmati suasana malam, berburu kuliner, atau berjalan di Jalan Asia Afrika, kini ada fenomena lain yang membuat banyak orang penasaran.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Saat malam tiba, pengunjung akan melihat banyak sosok menyeramkan berkeliaran. Mulai dari pocong, kuntilanak, suster menyeramkan, hingga karakter horor modern seperti The Nun. Namun jangan panik, mereka bukan makhluk halus sungguhan, melainkan orang-orang yang mengenakan kostum lengkap dengan riasan profesional. Fenomena ini justru menjadi hiburan yang membuat kawasan Alun-Alun Bandung semakin hidup dan ramai dikunjungi wisatawan.
Fenomena yang Sudah Menjadi Ikon Wisata Malam
Bagi warga Bandung, keberadaan para “setan bohongan” ini bukanlah hal baru. Mereka sudah cukup lama menghibur pengunjung di kawasan Jalan Asia Afrika hingga Alun-Alun Bandung.
Awalnya hanya beberapa orang yang mengenakan kostum hantu untuk mencari nafkah dengan menawarkan jasa foto. Seiring meningkatnya jumlah wisatawan dan viralnya media sosial, jumlah mereka semakin bertambah dengan kostum yang semakin kreatif dan realistis.
Kini hampir setiap akhir pekan maupun musim liburan, kawasan tersebut dipenuhi karakter horor yang siap diajak berfoto.
Bukan Menakutkan, Justru Menghibur
Meski tampil menyeramkan, sebagian besar pengunjung justru menganggap mereka sebagai hiburan.
Anak muda biasanya sengaja datang untuk membuat konten TikTok atau Instagram. Banyak juga keluarga yang mengabadikan momen unik bersama “hantu” favorit mereka.
Para pemeran kostum umumnya akan berpose sesuai karakter, bahkan sesekali melakukan aksi lucu sehingga suasana menjadi lebih santai daripada menegangkan.
Tak sedikit wisatawan dari luar kota yang mengaku sengaja datang malam hari hanya untuk merasakan pengalaman berfoto dengan para karakter horor tersebut.
Ramai di Media Sosial
Fenomena ini semakin populer karena banyak video yang beredar di TikTok, Instagram, hingga YouTube.
Konten yang memperlihatkan puluhan “setan” berkumpul di kawasan Asia Afrika sering memperoleh jutaan tayangan. Banyak netizen yang awalnya mengira kejadian tersebut adalah acara khusus, padahal aktivitas para pemeran kostum ini memang rutin menghiasi kawasan wisata malam Bandung. (Instagram)
Menambah Penghasilan Pelaku Ekonomi Kreatif
Di balik kostum menyeramkan tersebut terdapat peluang ekonomi.
Sebagian besar pemeran hantu memperoleh penghasilan dari jasa foto sukarela atau tip dari wisatawan. Mereka rela mengeluarkan biaya untuk membeli kostum, makeup, hingga aksesori agar tampil semakin menarik.
Fenomena ini menunjukkan bahwa kreativitas dapat menjadi sumber penghasilan sekaligus hiburan bagi masyarakat.
Selain para pemeran kostum, keberadaan mereka juga memberikan dampak positif bagi pedagang kaki lima, penjual makanan, minuman, hingga pelaku UMKM di sekitar Alun-Alun Bandung karena jumlah pengunjung meningkat pada malam hari.
Tips Jika Ingin Berkunjung
Apabila ingin menikmati suasana unik ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Datang setelah matahari terbenam karena para pemeran kostum biasanya mulai berdatangan pada malam hari.
- Siapkan uang tunai secukupnya jika ingin memberikan tip setelah berfoto.
- Hormati para pemeran kostum karena mereka sedang bekerja mencari nafkah.
- Awasi anak-anak yang takut terhadap karakter horor agar tidak kaget saat bertemu mereka.
- Tetap menjaga kebersihan kawasan wisata.
Daya Tarik Wisata yang Berbeda
Bandung memang dikenal sebagai kota kreatif. Kehadiran “setan bohongan” menjadi salah satu contoh bagaimana hiburan sederhana dapat berkembang menjadi daya tarik wisata yang unik.
Alih-alih menakutkan, mereka justru menghadirkan suasana yang meriah dan menghibur. Banyak wisatawan sengaja memasukkan Alun-Alun Bandung ke dalam daftar destinasi malam karena ingin merasakan sensasi berjalan di antara puluhan karakter horor yang ramah dan siap diajak berfoto.
Fenomena ini membuktikan bahwa kreativitas masyarakat mampu menciptakan pengalaman wisata yang berbeda dari kota-kota lain di Indonesia. Selama tetap menjaga ketertiban, keamanan, dan kenyamanan pengunjung, keberadaan para “setan bohongan” ini diperkirakan masih akan menjadi salah satu ikon wisata malam Kota Bandung yang terus menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah.
