Tengkleng Balak Mas Priyo: Kuliner Legendaris yang Menggoyang Lidah di Lampung

Bagi para pecinta kuliner yang menjelajahi Sumatera, khususnya Lampung, ada satu nama yang tidak boleh terlewatkan: Tengkleng Balak Mas Priyo. Hidangan ini buka

Bagi para pecinta kuliner yang menjelajahi Sumatera, khususnya Lampung, ada satu nama yang tidak boleh terlewatkan: Tengkleng Balak Mas Priyo. Hidangan ini bukan sekadar makanan, melainkan sudah menjadi sebuah ikon kuliner legendaris yang mampu menarik perhatian baik wisatawan lokal maupun mancanegara. Berbeda dengan tengkleng pada umumnya, Mas Priyo menyajikannya dalam porsi “balak” (besar) dengan cita rasa kuah yang begitu khas dan mendalam. Artikel ini akan mengajak Anda menjelajahi lebih dalam keunikan dan kelezatan dari hidangan yang satu ini.

Mengenal Tengkleng Balak: Sejarah dan Konsep Unik

Pertama-tama, mari kita pahami apa itu Tengkleng Balak. Pada dasarnya, tengkleng merupakan hidangan tradisional Jawa yang menggunakan tulang-tulang kambing atau sapi yang masih memiliki daging menempel; koki merebusnya bersama aneka rempah hingga empuk. Mas Priyo, yang berasal dari Jawa, membawa resep turun-temurun keluarganya ke Lampung dan memodifikasinya dengan ciri khas tersendiri.

Kata “Balak” dalam bahasa Lampung berarti “besar“. Konsep inilah yang menjadi pembeda utama. Alih-Mas Priyo tidak menyajikan tengkleng dalam porsi kecil, melainkan menghidangkannya dalam mangkuk besar (bokor) berisi campuran tulang kambing/iga sapi, daging, jeroan, dan otot-otot yang ia masak dengan rempah pilihan. Proses memasaknya yang lama membuat kaldu dari tulang keluar sempurna, menghasilkan kuah yang kental, gurih, dan kaya rempah.

Perjalanan Rasa: Memecah Rahasia Kuah yang Legendaris

Yang membuat Tengkleng Balak Mas Priyo begitu dikenang adalah kompleksitas rasa kuahnya. Proses memasaknya bisa memakan waktu berjam-jam untuk memastikan setiap rempah meresap sempurna dan tulang-tulang mengeluarkan kaldu terbaiknya.

Kuahnya menghadirkan karakter kuat—gurih, sedikit manis, dan hangat dari rempah-rempah—tanpa aroma prengus yang sering dikhawatirkan. Penjual menghaluskan ketumbar, kemiri, bawang putih, bawang merah, dan kunyit yang mendominasi rasa, lalu menumisnya hingga harum sebelum merebusnya bersama daging. Perpaduan ini menciptakan harmoni rasa yang hangat dan memuaskan, terutama saat Anda menyantapnya di tengah hujan.

Pengalaman Makan yang Unik dan Interaktif

Selain rasanya, yang membuat pengalaman makan di sini begitu berkesan adalah cara penyajian dan atmosfernya. Begitu Anda duduk, pelayan akan langsung mengangkat sebuah bokor besar berisi tengkleng panas dan menuangkannya ke atas piring nasi putih panas yang telah tersedia di meja Anda.

Selanjutnya, Anda bebas memilih bagian favorit dari campuran dalam bokor tersebut. Mulai dari tulang belakang kambing (krakal) yang penuh sumsum, iga sapi yang empuk, otot, hingga jeroan seperti babat dan paru. Cara makannya pun seru: Anda harus menyedot sumsum dari tulang, mencungkil daging yang menempel, dan mencampur setiap suapan dengan kuah yang telah membasahi nasi. Sensasi ini menciptakan pengalaman makan yang interaktif dan menyenangkan bagi seluruh meja.

Harga Terjangkau untuk Porsi yang “Balak”

Meskipun terkenal legendaris, harga yang ditawarkan oleh Tengkleng Balak Mas Priyo tergolong sangat terjangkau untuk porsi yang didapat. Berikut adalah perkiraan harganya:

  • Tengkleng Balak (per bokor untuk 3-4 orang): Rp 90.000 – Rp 120.000
  • Nasi Putih (per porsi): Rp 5.000
  • Es Teh / Jeruk: Rp 5.000 – Rp 10.000
  • Tambahan lauk (telur, tempe, tahu bacem): Rp 5.000 – Rp 10.000 per item

Dengan demikian, untuk satu bokor yang bisa dinikmati oleh tiga hingga empat orang, biaya per orangnya hanya berkisar antara Rp 30.000 hingga Rp 40.000. Hal ini menjadikannya pilihan kuliner yang memiliki nilai hiburan dan kekenyangan yang sangat tinggi.

Lokasi dan Tips Berkunjung

Tengkleng Balak Mas Priyo berlokasi di Jl. Pangeran Emir M. Noor, Gotong Royong, Kec. Tanjungkarang Timur, Kota Bandar Lampung. Tempatnya sangat mudah ditemukan dan biasanya ramai dikunjungi mulai dari jam makan siang hingga malam hari.

Berikut beberapa tips untuk memaksimalkan kunjungan Anda:

  1. Datang Lebih Awal: Tempat ini sangat populer, terutama pada akhir pekan. Untuk menghindari antrean panjang, usahakan datang di luar jam makan malam puncak (sebelum jam 18.00 atau setelah jam 20.00).
  2. Siapkan Cara Makan yang “Berantakan”: Makan tengkleng adalah aktivitas yang melibatkan tangan. Jangan ragu untuk menyedot sumsum dan menggigit daging yang menempel di tulang. Itulah bagian dari keseruannya!
  3. Pesan Minuman Es: Kuahnya yang gurih dan hangat sangat cocok dinetralisir dengan minuman es yang segar seperti es teh atau es jeruk.
  4. Bawa Teman atau Keluarga: Konsep porsi “balak” memang dirancang untuk dinikmati bersama. Semakin banyak orang, semakin seru dan semakin murah biaya per orangnya.

Kesimpulan: Lebih dari Sekadar Makanan, Ini adalah Pengalaman Budaya

Sebagai penutup, kita dapat mengatakan bahwa Tengkleng Balak Mas Priyo telah melampaui statusnya sebagai sekadar rumah makan. Tempat ini telah menjadi destinasi kuliner wajib yang merepresentasikan keragaman rasa Nusantara di Lampung. Ia menawarkan perpaduan sempurna antara cita rasa autentik Jawa, konsep porsi ala Lampung (“balak”), dan pengalaman makan komunal yang hangat dan berkesan. Oleh karena itu, jika Anda sedang berada di Lampung, jangan sampai melewatkan pengalaman menyantap hidangan legendaris yang satu ini. Siapkan tangan Anda dan nikmati pesta rasa dalam setiap suapannya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *